eyangku, eyang susilo raharjo sugirisastrohandoyo.
maaf.. maaf kalau aku selama ini belum jadi cucu yang baik
maaf.. kalau aku sering membuat orang yang menyayangiku kecewa..
maaf kalau selama ini aku anak yang nakal..
maaf kalau selama ini aku belum bisa jadi panutan yang baik untuk adik-adikku..
maaf kalau aku sering berbohong, membantah dan tidak mendengarkan nasehat..
maaf karna aku belum menjadi cucu yang sempurna untukmu..
tapi,
terimakasih.. eyang udah mau jadi satu-satunya eyang kakung yang ada hingga aku umur 19 ini..
terimakasih atas semua nasehatmu,
terimakasih atas semua kasih sayangmu,
terimakasih atas semua peluk ciummu,
terimakasih udah jadi orang yang paling senang gendong-gendong aku bahkan saat eyang sakit sekalipun masih mau gendong cucumu yang nakal ini..
terimakasih atas semua kebaikanmu,
terimakasih atas semua doa-doamu untukku..
terimakasih ..
terimakasih..
terimakasih..
aku sayang eyang. teramat sangat..
....
....
aku nggak tau mau ngomong apa lagi..
aku berdoa, semoga eyang tentram dialam sana..
dan aku boleh nggak ngomel dikit untuk yang terakhir kalinya sama eyang?
aku mau protes!
eyang curang! eyang ngeduluin aku buat ketemu Allah, eyang curang lebih dulu pergi ninggalin dunia ini dan pergi ke alam abadi.. eyang benar-benar curang..
Minggu, 25 Juli 2010
Minggu, 11 Juli 2010
piala dunia 2014- BRAZIL
Piala Dunia 2010 baru aja selesai dan lahir juara baru yaitu Spanyol yang berhasil menang atas Belanda 1-0.
Piala Dunia 2014 akan diadakan di Brazil. dan gue punya target. nggak ada hubungannya sama sekali sih sama dunia sepakbola, tapi gue pengen aja punya target untuk 4 tahun mendatang.
target gue 4 tahun mendatang dikala Piala Dunia 2014 di Brazil adalah:
"gue udah harus menyandang gelar S1 dan gue juga udah kerja di Jogja International Hospital sambil ngelanjutin studi S2 gue"
nggak nyambung sama sekali kan? haha
tapi target kan boleh-boleh aja dibikin. sebagai motivasi. dan kenapa gue milih momen piala dunia?
karena piala dunia adalah suatu perhelatan akbar tingkat dunia yang semua orang menantikan dengan penuh sukacita. dan disitulah gue akan selalu teringat kalau gue punya target yang buat gue adalah perhelatan akbar untuk diri gue sendiri yang waktunya bersamaan dengan Piala Dunia itu. khususnya Piala Dunia 2014 di Brazil nanti.
VIVA FITRIAA!!
Piala Dunia 2014 akan diadakan di Brazil. dan gue punya target. nggak ada hubungannya sama sekali sih sama dunia sepakbola, tapi gue pengen aja punya target untuk 4 tahun mendatang.
target gue 4 tahun mendatang dikala Piala Dunia 2014 di Brazil adalah:
"gue udah harus menyandang gelar S1 dan gue juga udah kerja di Jogja International Hospital sambil ngelanjutin studi S2 gue"
nggak nyambung sama sekali kan? haha
tapi target kan boleh-boleh aja dibikin. sebagai motivasi. dan kenapa gue milih momen piala dunia?
karena piala dunia adalah suatu perhelatan akbar tingkat dunia yang semua orang menantikan dengan penuh sukacita. dan disitulah gue akan selalu teringat kalau gue punya target yang buat gue adalah perhelatan akbar untuk diri gue sendiri yang waktunya bersamaan dengan Piala Dunia itu. khususnya Piala Dunia 2014 di Brazil nanti.
VIVA FITRIAA!!
first picture
Minggu, 06 Juni 2010
pertemanan yang rusak
lagi. lagi. dan lagi.
entah gimana caranya gue bisa percaya lagi sama yang namanya teman baik.
disini gue mau meluapkan emosi gue yang selama ini gue pendam. gue sangat kesal dan sangat benci.
gue punya teman baik, saat gue SD di Riau. Inisialnya SSP. SSP anaknya manis, kecil, putih, imut-imut, polos, dan agak bawel. gue selalu main sama dia. boleh dibilang gue sangat akrab sama dia.
kemana mana selalu bareng, jajan bareng, kadang" gue main kerumahnya, kadang" dia main kerumah gue.
hingga akhirnya, gue dan dia harus pisah. gue mesti balik lagi ke jakarta saat kenaikan kelas 6 sd karena bokap yang dipindah lagi tugasnya ke jakarta.
gue pun pisah. tapi gue masih keep contact sama dia. gue nyimpen nomer telepon rumahnya dan gue pun ngasih nomer telepon gue yang baru. kita masih suka telpon"an sampai sekitar kelas 2 smp, komunikasi terputus karena gue pindah rumah dan gue lupa nomer teleponnya.
hingga akhirnya zaman per facebookan pun dimulai.
nggak disangka, dia nge-add fb gue. gue seneng banget karena akhirnya gue menemukan lagi teman kecil gue yang udah lama banget nggak ada kabarnya. dari situlah kita mulai deket lagi, tuker"an nomer hp, smsan ngobrol dan segala macamnya.
hingga suatu hari ada sebuah nomer tak dikenal yang nelfon gue (ceritanya agak melenceng tapi ini sebenernya sangat nyambung sekali)
ngajak kenalan dan segala macamnya, dan gue pun berpikir "yaudahlah, kenalan doang ini"
sebut saja R, mengaku kuliah di sebuah universitas negeri fakultas balabala.
dari telfon"an ini gue jadi lumayan akrab sama dia dan gue pun cerita ketemen gue yang namanya SSP ini, gue cerita segala macam tentang si R. si SSP hanya menanggapi sekadarnya saja.
hingga suatu hari R berencana ke kota P yang kebetulan SSP juga sedang disana dan menjalani masa" kuliah di kota tersebut. gue pun cerita sama SSP kalau R mau ke P, dan gue bilang sama SSP
"S, kamu mau nggak nemuin si R? biar bisa tau orangnya"
"boleh fit, emg kamu gapapa kalau aku yang ketemu duluan?"
"ya gapapalah.. emg nya kenapa?"
"yaa aku nggak enak aja sama kamunya"
"yaelah, santai aja sama aku sih"
sekali lagi, gue sangat percaya sama SSP, SANGAT PERCAYA.
tapi ternyata mereka bilang kalau nggak jadi ketemuan, padahal gue udah ngasih nomer telefonnya SSP ke R.
"oh yaudah kalau gitu" pikir gue
lama-lama gue mencium gelagat kurang baik dari SSP ataupun R. sepertinya ada yang aneh, tapi gue nggak mau tanya karena gue juga nggak mau negatif thinking sama orang.
hingga akhirnya, R pun pergi ke kota P lagi. dan akhirnya mereka bilang kalau mereka udah ketemuan.
gue sih seneng seneng aja dan gue banyak nanya ke SSP, R kayak apa orangnya dan sebagainya. SSP cuma bilang,"baik fit, tinggi, ganteng"
dan sekali lagi gue mau bilang: GUE SANGAT PERCAYA SSP. SANGAT PERCAYA
tapi entah kenapa, dari situ hal-hal aneh dan mencurigakan semakin bermunculan. kecurigaan yang tak beralasan dari dalam diri gue terus datang, dan firasat-firasat nggak baik terus berdatangan. tapi dari situ pulalah gue juga mulai agak jauh dengan R dan juga dengan SSP.
gue mulai jarang berkomunikasi dengan mereka. hanya sesekali saja. hubungan kami tetap baik hanya saja tidak sedekat biasanya.
hingga suatu hari, tepatnya 2 hari yang lalu saat gue sedang dalam waktu istirahat siang latihan MB, ada sebuah nomor tak dikenal menghubungi gue lagi. dan gue angkat.
seorang perempuan. dari dialah semua tabir kejahatan, penipuan dan kebohongan SSP dan R terkuak.
perempuan itu istri dari R. mereka menikah sudah 8 tahun dan dikaruniai 2 orang anak. dan SSP, teman baikku itu, keponakan mereka.
mungkin buat yang baca ini pasti akan terkejut. ya, gue juga sangat terkejut. amat teramat sangat.
sakit hati? sudah pasti. kecewa? tentu.
gue sangat kecewa dgn SSP, setega itu dia jerumusin gue, setega itu dia ngerusak keluarganya sendiri, setega itu dia bikin rumah tangga oomnya berantakan! gue nggak nyangka banget. ini benar" sangat keterlaluan. SANGAT TERLALU!
betapa malunya gue ternyata selama ini gue udah ditipu mentah-mentah sama mereka yang salah satunya ternyata adalah TEMAN BAIK gue sendiri. ORANG YANG UDAH SANGAT GUE PERCAYA!
gue nggak peduli dengan R. yang jelas dia bukan orang baik. gue nggak kenal dia dan nggak tau dia.
tapi SSP? dia temen baik gue. harus berapa teman baik gue lagi yang ngecewain gue kayak gini? terus"an menipu gue? padahal baru beberapa hari yang lalu juga akhirnya gue bisa curhat sama imam.mabim.metta, padahal baru beberapa hari yang lalu juga gue mulai belajar buat percaya sama orang lain lagi, belajar buat cerita tentang masalah gue, bahkan beberapa hari yang lalu pulalah gue untuk pertamakalinya curhat setelah sekian lama gue nggak melakukan hal itu.
kenapa SSP setega itu? sejahat itu? bahkan dengan keluarganya sendiri?? gue nggak nyangka banget.
gue sangat kecewa.
harus sampai kapan gue dikecewain sama temen baik gue sendiri? apa sih yang namanya temen baik?
nyakitin? ngecewain? ngejerumusin?
setau gue, bukan yang seperti itu, tapi kenapa selama ini gue selalu mendapatkan yang seperti itu?
kenapa gue mesti ditipu terus"an sampai sedemikian rupa?? sampai separah ini??
kenapa sih kalian jahat banget sama gue?? gue sangat percaya sama kalian. sangat percaya. tapi kenapa malah jadi nyakitin kayak gini??
makasih ya, buat semuanya. S, maaf aku nggak mau kenal kamu lagi. kamu benar benar sangat keterlaluan.
entah gimana caranya gue bisa percaya lagi sama yang namanya teman baik.
disini gue mau meluapkan emosi gue yang selama ini gue pendam. gue sangat kesal dan sangat benci.
gue punya teman baik, saat gue SD di Riau. Inisialnya SSP. SSP anaknya manis, kecil, putih, imut-imut, polos, dan agak bawel. gue selalu main sama dia. boleh dibilang gue sangat akrab sama dia.
kemana mana selalu bareng, jajan bareng, kadang" gue main kerumahnya, kadang" dia main kerumah gue.
hingga akhirnya, gue dan dia harus pisah. gue mesti balik lagi ke jakarta saat kenaikan kelas 6 sd karena bokap yang dipindah lagi tugasnya ke jakarta.
gue pun pisah. tapi gue masih keep contact sama dia. gue nyimpen nomer telepon rumahnya dan gue pun ngasih nomer telepon gue yang baru. kita masih suka telpon"an sampai sekitar kelas 2 smp, komunikasi terputus karena gue pindah rumah dan gue lupa nomer teleponnya.
hingga akhirnya zaman per facebookan pun dimulai.
nggak disangka, dia nge-add fb gue. gue seneng banget karena akhirnya gue menemukan lagi teman kecil gue yang udah lama banget nggak ada kabarnya. dari situlah kita mulai deket lagi, tuker"an nomer hp, smsan ngobrol dan segala macamnya.
hingga suatu hari ada sebuah nomer tak dikenal yang nelfon gue (ceritanya agak melenceng tapi ini sebenernya sangat nyambung sekali)
ngajak kenalan dan segala macamnya, dan gue pun berpikir "yaudahlah, kenalan doang ini"
sebut saja R, mengaku kuliah di sebuah universitas negeri fakultas balabala.
dari telfon"an ini gue jadi lumayan akrab sama dia dan gue pun cerita ketemen gue yang namanya SSP ini, gue cerita segala macam tentang si R. si SSP hanya menanggapi sekadarnya saja.
hingga suatu hari R berencana ke kota P yang kebetulan SSP juga sedang disana dan menjalani masa" kuliah di kota tersebut. gue pun cerita sama SSP kalau R mau ke P, dan gue bilang sama SSP
"S, kamu mau nggak nemuin si R? biar bisa tau orangnya"
"boleh fit, emg kamu gapapa kalau aku yang ketemu duluan?"
"ya gapapalah.. emg nya kenapa?"
"yaa aku nggak enak aja sama kamunya"
"yaelah, santai aja sama aku sih"
sekali lagi, gue sangat percaya sama SSP, SANGAT PERCAYA.
tapi ternyata mereka bilang kalau nggak jadi ketemuan, padahal gue udah ngasih nomer telefonnya SSP ke R.
"oh yaudah kalau gitu" pikir gue
lama-lama gue mencium gelagat kurang baik dari SSP ataupun R. sepertinya ada yang aneh, tapi gue nggak mau tanya karena gue juga nggak mau negatif thinking sama orang.
hingga akhirnya, R pun pergi ke kota P lagi. dan akhirnya mereka bilang kalau mereka udah ketemuan.
gue sih seneng seneng aja dan gue banyak nanya ke SSP, R kayak apa orangnya dan sebagainya. SSP cuma bilang,"baik fit, tinggi, ganteng"
dan sekali lagi gue mau bilang: GUE SANGAT PERCAYA SSP. SANGAT PERCAYA
tapi entah kenapa, dari situ hal-hal aneh dan mencurigakan semakin bermunculan. kecurigaan yang tak beralasan dari dalam diri gue terus datang, dan firasat-firasat nggak baik terus berdatangan. tapi dari situ pulalah gue juga mulai agak jauh dengan R dan juga dengan SSP.
gue mulai jarang berkomunikasi dengan mereka. hanya sesekali saja. hubungan kami tetap baik hanya saja tidak sedekat biasanya.
hingga suatu hari, tepatnya 2 hari yang lalu saat gue sedang dalam waktu istirahat siang latihan MB, ada sebuah nomor tak dikenal menghubungi gue lagi. dan gue angkat.
seorang perempuan. dari dialah semua tabir kejahatan, penipuan dan kebohongan SSP dan R terkuak.
perempuan itu istri dari R. mereka menikah sudah 8 tahun dan dikaruniai 2 orang anak. dan SSP, teman baikku itu, keponakan mereka.
mungkin buat yang baca ini pasti akan terkejut. ya, gue juga sangat terkejut. amat teramat sangat.
sakit hati? sudah pasti. kecewa? tentu.
gue sangat kecewa dgn SSP, setega itu dia jerumusin gue, setega itu dia ngerusak keluarganya sendiri, setega itu dia bikin rumah tangga oomnya berantakan! gue nggak nyangka banget. ini benar" sangat keterlaluan. SANGAT TERLALU!
betapa malunya gue ternyata selama ini gue udah ditipu mentah-mentah sama mereka yang salah satunya ternyata adalah TEMAN BAIK gue sendiri. ORANG YANG UDAH SANGAT GUE PERCAYA!
gue nggak peduli dengan R. yang jelas dia bukan orang baik. gue nggak kenal dia dan nggak tau dia.
tapi SSP? dia temen baik gue. harus berapa teman baik gue lagi yang ngecewain gue kayak gini? terus"an menipu gue? padahal baru beberapa hari yang lalu juga akhirnya gue bisa curhat sama imam.mabim.metta, padahal baru beberapa hari yang lalu juga gue mulai belajar buat percaya sama orang lain lagi, belajar buat cerita tentang masalah gue, bahkan beberapa hari yang lalu pulalah gue untuk pertamakalinya curhat setelah sekian lama gue nggak melakukan hal itu.
kenapa SSP setega itu? sejahat itu? bahkan dengan keluarganya sendiri?? gue nggak nyangka banget.
gue sangat kecewa.
harus sampai kapan gue dikecewain sama temen baik gue sendiri? apa sih yang namanya temen baik?
nyakitin? ngecewain? ngejerumusin?
setau gue, bukan yang seperti itu, tapi kenapa selama ini gue selalu mendapatkan yang seperti itu?
kenapa gue mesti ditipu terus"an sampai sedemikian rupa?? sampai separah ini??
kenapa sih kalian jahat banget sama gue?? gue sangat percaya sama kalian. sangat percaya. tapi kenapa malah jadi nyakitin kayak gini??
makasih ya, buat semuanya. S, maaf aku nggak mau kenal kamu lagi. kamu benar benar sangat keterlaluan.
Kamis, 27 Mei 2010
depok-salemba
saat jarak depok-salemba bukan apa-apa lagi buat gue.
gue nulis notes ini karena gue lagi mengenang perjalanan hidup gue dalam jangka waktu hampir setahun ini. banyak banget pengalaman-pengalaman yang menurut gue hebat banget dan nggak pernah ada dalam benak gue sama sekali. banyak banget hal menarik, hikmah,dan segalamacamnya yang bisa gue petik disaat perjalanan depok-salemba gue yang menggunakan beloved public transportation. train.
dulu, yaaa sebelum gue duduk dibangku kuliahan lah, gue termasuk anak yang nggak pernah kemana-mana. gue tipe-tipe yang lebih senang dirumah menjalani aktivitas sehari-hari gue yang standar abis, atau menghabiskan waktu dengan latihan taekwondo yang menurut gue, gue sangat nyasar sekali ada disana karna kebodohan gue yang tak kunjung usai dalam menguasai berbagai macam gerak, jurus hingga taeguknya bahkan saat fight. (ampuni saya sabeum!) hahahaha
yaaaaa rutinitas sehari-hari gue hanya seputar sekolah-les-taekwondo-rumah. itu untuk weekdays
kalo untuk sabtu minggu, (sabtu sih tetep latian taekwondo juga) gue menghabiskan waktu dirumah (spesifik: kamar gue) untuk semedi. (istilah konyol gue hahaha)
naaaah sejak gue kuliah inilah gue mulai atau mungkin baru mengenal "dunia yang sesungguhnya" meskipun gue rasa itu masih awal sekali gue mengenal "dunia yang sesungguhnya"
untuk pertamakalinya gue ke jakarta sendirian, naik kereta, dan menyusuri keramaian ibukota.
disinilah pengalaman-pengalaman menarik dimulai,
seperti yang udah gue ceritain tadi, gue dulu tipe anak rumahan yang polos dan nggak tau gimana kehidupan diluar.
pertamakalinya gue naik kereta. NORAK. gue terbengong-bengong kagum. jantung gue berdebar-debar, dalam benak gue "paaak, buuuu, anakmu sudah besaaaaarr! bisa naik kereta sendirii!"
sumpah gue mikir kayak gitu.
gue sangat senang sekali waktu itu, walaupun nggak dapet duduk tapi alhamdulillah kereta nggak begitu penuh.
dihari yang sama, sepulangnya gue dari kuliah, gue naik kereta lagi, bedanya pas berangkat gue naik AC, pulangnya gue naik ekonomi. knp bisa begitu? baik akan saya ceritakan.
waktu awal-awal kuliah itu gue lagi baru baru banget masuk MB (anak baru ceritanyaaa) gue lagi semangat-semangatnya latihan MB disaat temen"kuliah gue sibuk mikirin tugas dari senior gue sibuk ngafalin coolberry, BCB, pemanasan cicak bear dan sebagainya
dan karena gue lagi semangat-semangatnya, gue nggak pernah mau absen latian (musiccamp) sekalipun, meskipun waktu itu dibagi 2 sesi untuk latian musiccamp, ada sesi pagi sama soresampemalam. gue mau ikut dua-duanya. harus.
akhirnya, gue pulanglah dengan naik kereta ekonomi, dan waktu menunjukkan sekitar jam 6 sore yang notabene itu jam pulang kantor para pekerja kantoran.
gue nggak tau dan gue nggak mengerti. waktu itu gue masih sangat polos bahkan cenderung goblok. hahahaha
YA TUHAAAAAAN, BETAPA SHOCKNYA GUEE!
gue lihat kereta yang dateng, PENUH BANGET ampe ada di atap" gerbongnya, ampe ada yang gandul-gandul di pintunya, pada saat itu ekspresi gue: kagum dan takjub. (goblok banget)
gue pun masuk ke kereta laknattercinta itu dengan langkah pasti. (fyi, gue sendirian)
saat gue masuk pun, entah mungkin ada tangan-tangan tuhan yang membuat gue tiba-tiba udah ada di tengah-tengah kereta yang setelah gue telaah lebih lanjut, ternyata gue kedorong dorong.
sekali lagi, GUE TAKJUB DAN KAGUM.
didalam kereta, gue mulai merasakan suatu sensasi baru lagi. kereta yang penuh sesak, pengap, aroma abang-abang menyerbak dimana-mana, dan: kaki gue nggak napak. gue juga nggak ngerti kenapa bisa gt, tapi mungkin buat pengendara kereta pasti ngerti kenapa bisa begitu.
next, perjuangan setengah mati banget buat gue berada didalam kereta itu, yang bikin gue semangat ada 2. MB dan kak amal.
stasiun ui sudah mulai dekat. dan gue nggak tau, dengan keadaan kereta yang seperti ini gue harus bersiap-siap dari stasiun-stasiun sebelumnya sebelum gue sendiri turun, dan gue juga harus punya trik untuk bisa jalan kearah pintu disaat kereta yang sangat sesak itu. gue pun learning by doing.
YES! gue berhasil keluar dari keretalaknattercinta itu. dengan kondisi yang semuanya masih utuh plus tampang acakkadul.
jujur, gue baru shock saat mau turun, gmn nggak shock? kereta udah mau berhenti di stasiun ui, tapi gue nggak kunjung bisa meloloskan diri, saat itu gue hampir nangis (hahahaha cupu) dan nggak mau naik kereta lagi (ini serius, gue ampe nangis-nangis sama nyokap tapi malah direspon dengan baik: TERTAWA TERBAHAK BAHAK)
itu tadi sepenggal pengalaman gue dengan mylovelytrain.
pengalaman lain yang gue dapet, heeeyy!! betapa menyenangkannya gue bisa jalan jalan pas malem malem, ke wisata malam kota tua dengan bogar-deden-dinda-manda, bisa nonton setelah pulang kuliah (cabut) dan kebetulan sekali salemba sangat dekat dengan metropole :D
tapi yang sangat berkesan adalah ketika gue ke wisata malam kota tua. sangat menarik. dan berkali kali gue bergumam, "ini nggak pernah ada di benak gue sebelumnya. tapi ini nyata" (okey, gue tau ini norak dan lebay. tapi itu FAKTA!)
apa yang bisa buat gue kagum, terpana,dan segala macamnya? suasana malam. gue nggak pernah keluar malem. dan nggak dibolehin sama orangtua gue. nggak baik katanya. tapi gue juga membenarkan kalau itu nggak baik, karenaaaa kita pasti jadi ketagihaaan. kayak gueee hahaha
ada lagi pengalaman saat gue nonton MTV Music Awards sama dilla-bogar-nadia-ken. gue dapet tiket free dari orang global tv nya langsung lhoooo! hahaha
dan lagi-lagi kenakalan gue dimulai, gue cabut (lagi) daan gue pulang amat sangatlah malam. orangtua gue? mereka nggak tau. gue bohong sama mereka (betapa buruknya gue) dengan kesenangan yang hanya sesaat karena saat di MTV MA itu perasaan gue nggak enak banget. gue merasa bersalah. sangat bersalah. tapi lagi-lagi gue merasa terkagum-kagum. ini hal baru lagi dihidup gue. dan mungkin hanya bisa gue dapatkan karena gue kuliah di salemba
tapi ada 1 pengalaman yang menakutkan, waktu itu hujan deras banget di jakarta, nggak ada 1 bajaj atau bemo pun (kendaraan favorit plus cihuuuy) yang mau ke manggarai karena katanya pintu airnya banjir dan macet total. kenapa gue nggak ke cikini? jawabannya dua: nggak tau dan nggak kepikiran. hahahaha (itu karna saya masih baru di salemba buuung!)
gue dan temen-temen gue hanya terpaku dibawah terpal bekas warung-warung menatap padatnya jalanan, bahkan nggak ada aspal yang terlihat saking penuhnya, trotoar pun dipakai kendaraan bermotor. jam menunjukkan pukul 10 malam dan gue masih ada di salemba. kita nggak tau gimana caranya pulang dan nggak memungkinkan juga nginap di kosan teman karena salah satu temen gue nggak dibolehin nginep sama orang tuanya. bokap gue udah bolak-balik nelponin gue, panik. (that's why i love you so much dad). akhirnya, kami pun jalan. hanya sampai matraman. dari sana kami naik taksi ke depok. dan asal lo tau ajaaa yaaaaaa MAAAHHHAAAALLLLLLL!!!!!!!!
ah dari tadi cerita tentang hidup gue dengan orang-orang yang ada disekitar gue aja ih. sekarang gue mau cerita tentang hidup gue, perasaan gue dan orang-orang tak dikenal yang selalu ada di sekitar gue.
di kereta, banyak banget jenis orang disana. dari yang kurus sampai yang gendut, tua sampai muda, cantik sampai jelek, ganteng sampai bulukan, yang kapasitas bulu keteknya lebat hingga tipis, macam macam laaaah.
disini lah gue banyak mendapatkan 'kisah' terutama kalau gue pulang sendirian.
gue senang mendengarkan obrolan-obrolan orang yang ada di kereta, apapun topiknya. apalagi kalau orang orang itu udah buka sesi curhat. dalam jangka waktu 30 menit gue merasa sudah sangat kenal dekat dengan orang itu atau si orang yang sedang dibicarakan itu. gue merasa mengenal hidupnya. ini menyenangkan sekali lho!
topik pembicaraan orang yang masih baru dan masih sangat gue inget adalah topik pembicaraan antara bapak-bapak umur sekitar 50an dengan seorang wanita umur sekitar 30an. bapak itu duda. bagaimana saya bisa tahu? (karena menelaah tiap perkataannya haha) dan bapak-bapak itu tampaknya sedang pedekate dengan si wanita. sebenernya banyak topik yang dibicarakan sama mereka, tapi kok gue jd ngerasa nggak enak buat menceritakannya ya? yasudahlah tanyakan saja pada saya langsung bila ingin mengetahui ceritanya. hahahaha
dikereta, terutama ekonomi, pertama kalinya juga gue ngerasa takjub dengan hmm, gue gatau juga sih, mungkin tunawisma, tunanetra, yaaa orang orang yang seperti itu, yang mengais rezeki dari kereta. gue sangat tidak mempermasalahkan kehadiran mereka, tapi gue sangat mempermasalahkan apabila ada orang yang merasa strata mereka lebih tinggi dari orang-orang itu. kenapa orang-orang yang seperti itu bisa sombong sekali? baagaimana kalau mereka yang ada di posisi itu? gue heran dan benar-benar kesal. *emosi*
dari situlah gue belajar bersyukur, belajar menikmati apapun yang udah Allah kasih ke gue, belajar lebih melihat kebawah nggak terus-terusan melihat keatas.
"jika harta, kita harus lebih melihat kebawah. jika ilmu, kita harus selalu melihat keatas"
itu gue buat biar gue sendiri nggak jadi orang sombong. amin :)
yaudah ah segitu aja dulu, gue agak lupa juga ada kejadian apa aja. buuuaannnyyyaakk bannggggeeet soalnya. dan berhubung ingatan gue agak buruk, ya saya sudahi saja dulu.
caw!
NB: coppast dari notes fb gue
gue nulis notes ini karena gue lagi mengenang perjalanan hidup gue dalam jangka waktu hampir setahun ini. banyak banget pengalaman-pengalaman yang menurut gue hebat banget dan nggak pernah ada dalam benak gue sama sekali. banyak banget hal menarik, hikmah,dan segalamacamnya yang bisa gue petik disaat perjalanan depok-salemba gue yang menggunakan beloved public transportation. train.
dulu, yaaa sebelum gue duduk dibangku kuliahan lah, gue termasuk anak yang nggak pernah kemana-mana. gue tipe-tipe yang lebih senang dirumah menjalani aktivitas sehari-hari gue yang standar abis, atau menghabiskan waktu dengan latihan taekwondo yang menurut gue, gue sangat nyasar sekali ada disana karna kebodohan gue yang tak kunjung usai dalam menguasai berbagai macam gerak, jurus hingga taeguknya bahkan saat fight. (ampuni saya sabeum!) hahahaha
yaaaaa rutinitas sehari-hari gue hanya seputar sekolah-les-taekwondo-ruma
kalo untuk sabtu minggu, (sabtu sih tetep latian taekwondo juga) gue menghabiskan waktu dirumah (spesifik: kamar gue) untuk semedi. (istilah konyol gue hahaha)
naaaah sejak gue kuliah inilah gue mulai atau mungkin baru mengenal "dunia yang sesungguhnya" meskipun gue rasa itu masih awal sekali gue mengenal "dunia yang sesungguhnya"
untuk pertamakalinya gue ke jakarta sendirian, naik kereta, dan menyusuri keramaian ibukota.
disinilah pengalaman-pengalaman menarik dimulai,
seperti yang udah gue ceritain tadi, gue dulu tipe anak rumahan yang polos dan nggak tau gimana kehidupan diluar.
pertamakalinya gue naik kereta. NORAK. gue terbengong-bengong kagum. jantung gue berdebar-debar, dalam benak gue "paaak, buuuu, anakmu sudah besaaaaarr! bisa naik kereta sendirii!"
sumpah gue mikir kayak gitu.
gue sangat senang sekali waktu itu, walaupun nggak dapet duduk tapi alhamdulillah kereta nggak begitu penuh.
dihari yang sama, sepulangnya gue dari kuliah, gue naik kereta lagi, bedanya pas berangkat gue naik AC, pulangnya gue naik ekonomi. knp bisa begitu? baik akan saya ceritakan.
waktu awal-awal kuliah itu gue lagi baru baru banget masuk MB (anak baru ceritanyaaa) gue lagi semangat-semangatnya latihan MB disaat temen"kuliah gue sibuk mikirin tugas dari senior gue sibuk ngafalin coolberry, BCB, pemanasan cicak bear dan sebagainya
dan karena gue lagi semangat-semangatnya, gue nggak pernah mau absen latian (musiccamp) sekalipun, meskipun waktu itu dibagi 2 sesi untuk latian musiccamp, ada sesi pagi sama soresampemalam. gue mau ikut dua-duanya. harus.
akhirnya, gue pulanglah dengan naik kereta ekonomi, dan waktu menunjukkan sekitar jam 6 sore yang notabene itu jam pulang kantor para pekerja kantoran.
gue nggak tau dan gue nggak mengerti. waktu itu gue masih sangat polos bahkan cenderung goblok. hahahaha
YA TUHAAAAAAN, BETAPA SHOCKNYA GUEE!
gue lihat kereta yang dateng, PENUH BANGET ampe ada di atap" gerbongnya, ampe ada yang gandul-gandul di pintunya, pada saat itu ekspresi gue: kagum dan takjub. (goblok banget)
gue pun masuk ke kereta laknattercinta itu dengan langkah pasti. (fyi, gue sendirian)
saat gue masuk pun, entah mungkin ada tangan-tangan tuhan yang membuat gue tiba-tiba udah ada di tengah-tengah kereta yang setelah gue telaah lebih lanjut, ternyata gue kedorong dorong.
sekali lagi, GUE TAKJUB DAN KAGUM.
didalam kereta, gue mulai merasakan suatu sensasi baru lagi. kereta yang penuh sesak, pengap, aroma abang-abang menyerbak dimana-mana, dan: kaki gue nggak napak. gue juga nggak ngerti kenapa bisa gt, tapi mungkin buat pengendara kereta pasti ngerti kenapa bisa begitu.
next, perjuangan setengah mati banget buat gue berada didalam kereta itu, yang bikin gue semangat ada 2. MB dan kak amal.
stasiun ui sudah mulai dekat. dan gue nggak tau, dengan keadaan kereta yang seperti ini gue harus bersiap-siap dari stasiun-stasiun sebelumnya sebelum gue sendiri turun, dan gue juga harus punya trik untuk bisa jalan kearah pintu disaat kereta yang sangat sesak itu. gue pun learning by doing.
YES! gue berhasil keluar dari keretalaknattercinta itu. dengan kondisi yang semuanya masih utuh plus tampang acakkadul.
jujur, gue baru shock saat mau turun, gmn nggak shock? kereta udah mau berhenti di stasiun ui, tapi gue nggak kunjung bisa meloloskan diri, saat itu gue hampir nangis (hahahaha cupu) dan nggak mau naik kereta lagi (ini serius, gue ampe nangis-nangis sama nyokap tapi malah direspon dengan baik: TERTAWA TERBAHAK BAHAK)
itu tadi sepenggal pengalaman gue dengan mylovelytrain.
pengalaman lain yang gue dapet, heeeyy!! betapa menyenangkannya gue bisa jalan jalan pas malem malem, ke wisata malam kota tua dengan bogar-deden-dinda-manda, bisa nonton setelah pulang kuliah (cabut) dan kebetulan sekali salemba sangat dekat dengan metropole :D
tapi yang sangat berkesan adalah ketika gue ke wisata malam kota tua. sangat menarik. dan berkali kali gue bergumam, "ini nggak pernah ada di benak gue sebelumnya. tapi ini nyata" (okey, gue tau ini norak dan lebay. tapi itu FAKTA!)
apa yang bisa buat gue kagum, terpana,dan segala macamnya? suasana malam. gue nggak pernah keluar malem. dan nggak dibolehin sama orangtua gue. nggak baik katanya. tapi gue juga membenarkan kalau itu nggak baik, karenaaaa kita pasti jadi ketagihaaan. kayak gueee hahaha
ada lagi pengalaman saat gue nonton MTV Music Awards sama dilla-bogar-nadia-ken. gue dapet tiket free dari orang global tv nya langsung lhoooo! hahaha
dan lagi-lagi kenakalan gue dimulai, gue cabut (lagi) daan gue pulang amat sangatlah malam. orangtua gue? mereka nggak tau. gue bohong sama mereka (betapa buruknya gue) dengan kesenangan yang hanya sesaat karena saat di MTV MA itu perasaan gue nggak enak banget. gue merasa bersalah. sangat bersalah. tapi lagi-lagi gue merasa terkagum-kagum. ini hal baru lagi dihidup gue. dan mungkin hanya bisa gue dapatkan karena gue kuliah di salemba
tapi ada 1 pengalaman yang menakutkan, waktu itu hujan deras banget di jakarta, nggak ada 1 bajaj atau bemo pun (kendaraan favorit plus cihuuuy) yang mau ke manggarai karena katanya pintu airnya banjir dan macet total. kenapa gue nggak ke cikini? jawabannya dua: nggak tau dan nggak kepikiran. hahahaha (itu karna saya masih baru di salemba buuung!)
gue dan temen-temen gue hanya terpaku dibawah terpal bekas warung-warung menatap padatnya jalanan, bahkan nggak ada aspal yang terlihat saking penuhnya, trotoar pun dipakai kendaraan bermotor. jam menunjukkan pukul 10 malam dan gue masih ada di salemba. kita nggak tau gimana caranya pulang dan nggak memungkinkan juga nginap di kosan teman karena salah satu temen gue nggak dibolehin nginep sama orang tuanya. bokap gue udah bolak-balik nelponin gue, panik. (that's why i love you so much dad). akhirnya, kami pun jalan. hanya sampai matraman. dari sana kami naik taksi ke depok. dan asal lo tau ajaaa yaaaaaa MAAAHHHAAAALLLLLLL!!!!!!!!
ah dari tadi cerita tentang hidup gue dengan orang-orang yang ada disekitar gue aja ih. sekarang gue mau cerita tentang hidup gue, perasaan gue dan orang-orang tak dikenal yang selalu ada di sekitar gue.
di kereta, banyak banget jenis orang disana. dari yang kurus sampai yang gendut, tua sampai muda, cantik sampai jelek, ganteng sampai bulukan, yang kapasitas bulu keteknya lebat hingga tipis, macam macam laaaah.
disini lah gue banyak mendapatkan 'kisah' terutama kalau gue pulang sendirian.
gue senang mendengarkan obrolan-obrolan orang yang ada di kereta, apapun topiknya. apalagi kalau orang orang itu udah buka sesi curhat. dalam jangka waktu 30 menit gue merasa sudah sangat kenal dekat dengan orang itu atau si orang yang sedang dibicarakan itu. gue merasa mengenal hidupnya. ini menyenangkan sekali lho!
topik pembicaraan orang yang masih baru dan masih sangat gue inget adalah topik pembicaraan antara bapak-bapak umur sekitar 50an dengan seorang wanita umur sekitar 30an. bapak itu duda. bagaimana saya bisa tahu? (karena menelaah tiap perkataannya haha) dan bapak-bapak itu tampaknya sedang pedekate dengan si wanita. sebenernya banyak topik yang dibicarakan sama mereka, tapi kok gue jd ngerasa nggak enak buat menceritakannya ya? yasudahlah tanyakan saja pada saya langsung bila ingin mengetahui ceritanya. hahahaha
dikereta, terutama ekonomi, pertama kalinya juga gue ngerasa takjub dengan hmm, gue gatau juga sih, mungkin tunawisma, tunanetra, yaaa orang orang yang seperti itu, yang mengais rezeki dari kereta. gue sangat tidak mempermasalahkan kehadiran mereka, tapi gue sangat mempermasalahkan apabila ada orang yang merasa strata mereka lebih tinggi dari orang-orang itu. kenapa orang-orang yang seperti itu bisa sombong sekali? baagaimana kalau mereka yang ada di posisi itu? gue heran dan benar-benar kesal. *emosi*
dari situlah gue belajar bersyukur, belajar menikmati apapun yang udah Allah kasih ke gue, belajar lebih melihat kebawah nggak terus-terusan melihat keatas.
"jika harta, kita harus lebih melihat kebawah. jika ilmu, kita harus selalu melihat keatas"
itu gue buat biar gue sendiri nggak jadi orang sombong. amin :)
yaudah ah segitu aja dulu, gue agak lupa juga ada kejadian apa aja. buuuaannnyyyaakk bannggggeeet soalnya. dan berhubung ingatan gue agak buruk, ya saya sudahi saja dulu.
caw!
NB: coppast dari notes fb gue
ENFP - The "Advocate"
berikut adalah hasil iseng-iseng saya di www.mypersonality.info yang gue tau dari Charity Olivia, si sesama 6 februari :D
ENFPs are introspective, values-oriented, inspiring, social and extremely expressive. They actively send their thoughts and ideas out into the world as a way to bring attention to what they feel to be important, which often has to do with ethics and current events. ENFPs are natural advocates, attracting people to themselves and their cause with excellent people skills, warmth, energy and positivity. ENFPs are described as creative, resourceful, assertive, spontaneous, life-loving, charismatic, passionate and experimental.
Extraversion is a preference to focus on the world outside the self. Extraverts enjoy social interactions and tend to be enthusiastic, verbal, assertive, and animated. They enjoy large social gatherings, such as parties and any kind of group activity. Extraverts are likely to enjoy time spent with people and find themselves energized by social interaction.
Extravert Characteristics
Intuition refers to how people process data. Intuitive people focus on the future and the possibilities. They process information through patterns and impressions. They read between the lines, they are abstract thinkers.
Intuitive Characteristics
Feeling refers to how people make decisions. Feeling people are subjective and make decisions based on principles and values. They are ruled by their heart instead of their head. Feeling people judge situations and others based on feelings and extenuating circumstances.
Feeling Characteristics
Perceiving is the preference outwardly displayed. Perceiving people are flexible, like to keep their options open and think randomly. They like to act spontaneously and are adaptable. Perceivers like to keep things open ended.
Perceiving Characteristics
ENFPs are often happy with the following jobs which tend to match well with the Advocate/Visionary personality.
ENFPs are introspective, values-oriented, inspiring, social and extremely expressive. They actively send their thoughts and ideas out into the world as a way to bring attention to what they feel to be important, which often has to do with ethics and current events. ENFPs are natural advocates, attracting people to themselves and their cause with excellent people skills, warmth, energy and positivity. ENFPs are described as creative, resourceful, assertive, spontaneous, life-loving, charismatic, passionate and experimental.
About the ENFP | Expert Quotes & Links |
| "They can't bear to miss out on what is going on around them; they must experience, first hand, all the significant social events that affect our lives." - The Portrait of the Champion Idealist (Keirsey) "ENFPs are warm, enthusiastic people, typically very bright and full of potential. They live in the world of possibilities, and can become very passionate and excited about things. Their enthusiasm lends them the ability to inspire and motivate others, more so than we see in other types. They can talk their way in or out of anything. They love life, seeing it as a special gift, and strive to make the most out of it." - Portrait of an ENFP (The Personality Page) "Friends are what life is about to ENFPs, moreso even than the other NFs. They hold up their end of the relationship, sometimes being victimized by less caring individuals. ENFPs are energized by being around people. Some have real difficulty being alone, especially on a regular basis." - ENFP Profile (TypeLogic) | "outgoing, social, disorganized, easily talked into doing silly things, spontaneous, wild and crazy, acts without thinking..." - ENFP Jung Type Descriptions (similarminds.com) "ENFPs are energetic and enthusiastic leaders who are likely to take charge when a new endeavor needs a visionary spokesperson. ENFPs are values-oriented people who become champions of causes and services relating to human needs and dreams. Their leadership style is one of soliciting and recognizing others' contributions and of evaluating the personal needs of their followers. ENFPs are often charismatic leaders who are able to help people see the possibilities beyond themselves and their current realities. They function as catalysts." - ENFP - The Visionary (Lifexplore) "Ranked 1st of all 16 types in using social and emotional coping resources and 2nd in using cognitive resources. " - ENFP Facts (discoveryourp ersonality.com) |
Extraverted (E)
Extraversion is a preference to focus on the world outside the self. Extraverts enjoy social interactions and tend to be enthusiastic, verbal, assertive, and animated. They enjoy large social gatherings, such as parties and any kind of group activity. Extraverts are likely to enjoy time spent with people and find themselves energized by social interaction.
Extravert Characteristics
- Gregarious
- Assertive
- Talkative
- Social/outgoing
- Likes groups, parties, etc.
- Energized by interaction
- Expressive & enthusiastic
- Volunteers personal information
- Distractable
- Has many friends
- Easy to approach
Intuition (N)
Intuition refers to how people process data. Intuitive people focus on the future and the possibilities. They process information through patterns and impressions. They read between the lines, they are abstract thinkers.
Intuitive Characteristics
- Future-focused
- Sees possibilities
- Inventive
- Imaginative
- Deep
- Abstract
- Idealistic
- Complicated
- Theoretical
- ENTJ - Chief
- ENTP - Originator
- ENFJ - Mentor
- ENFP - Advocate
- INTJ - Strategist
- INTP - Engineer
- INFJ - Confidant
- INFP - Dreamer
Feeling (F)
Feeling refers to how people make decisions. Feeling people are subjective and make decisions based on principles and values. They are ruled by their heart instead of their head. Feeling people judge situations and others based on feelings and extenuating circumstances.
Feeling Characteristics
- Decides with heart
- Dislikes conflict
- Passionate
- Driven by emotion
- Gentle
- Easily hurt
- Empathetic
- Caring of others
- Warm
Perceiving is the preference outwardly displayed. Perceiving people are flexible, like to keep their options open and think randomly. They like to act spontaneously and are adaptable. Perceivers like to keep things open ended.
Perceiving Characteristics
- Adaptable
- Relaxed
- Disorganized
- Care-free
- Spontaneous
- Changes tracks midway
- Keeps options open
- Procrastinates
- Dislikes routine
- Flexible
- ESTP - Persuader
- ESFP - Entertainer
- ENTP - Originator
- ENFP - Advocate
- ISTP - Craftsman
- ISFP - Artist
- INTP - Engineer
ENFP Career Matches
ENFPs are often happy with the following jobs which tend to match well with the Advocate/Visionary personality.
|
|
Langganan:
Postingan (Atom)


